INFO KULIAH Dan SKRIPSI

MELAYANI JASA PEMBUATAN TESIS, SKRIPSI, LAPORAN PKL, DAN AGEN PENDAFTARAN KULIAH MUDAH, MURAH

SELAMAT DATANG DI BLOG YASIN NUNTORO

Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya jangan kapok sering-sering mampir kagi.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 14 Mei 2015

Jabatan Guru Profesional di Ujung 2015



Guru Profesional di Ujung 2015
(antara Reward dan Punishment)

Apabila anda seorang guru, sudah semestinya harus memahami beberapa Peraturan yang terkait dengan permasalahan guru antara lain :
 UU RI No.14/2015, Tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No.74 Tahun 2008.
Berangkat dari kebijakan UU RI dan PP RI tersebut di atas, maka sebagai Guru harus memahami betul posisinya berada dimana saat ini ?

Dasar Surat Edaran (SE), Direktur Pendidikan Islam No. SE/DJ.I/PP.00/9/2015, tertanggal 5 Maret 2015 : Tentang Pemenuhan Kualifikasi Akademik S1/DIV dan Rasio Peserta Didik terhadap Guru Madrasah baik di Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

1.      Kualifikasi Akademik.
Seorang Guru pada satuan pendidikan dari TK/RA s.d. SMU/MA, serendah-rendahnya memiliki kualifikasi akademik Sarjana Strata 1 (S1) atau Diploma IV, yang dibuktikan dengan Ijazah.
Pasal 82 ayat 2 UU/14/2015, Tentang Guru dan Dosen, dijelaskan bahwa, Guru harus memiliki kualifikasi Akademik S1/DIV dan Sertifikat Pendidik paling lama 10 Tahun, sejak diundangkan peraturan tersebut 2005, maka ketentuan itu berahir pada 30 Desember 2015.

      a. Sanksi bagi Guru yang belum memnuhi S1 hingga ahir 2015.
            1).   Guru PNS Golongan II
                    Bagi Guru PNS yang masih memiliki Pangkat/Golongan II, artinya belum memiliki Ijazah S1 pada 31 Desember 2015, maka :
                    a). Guru PNS tersebut harus mengundurkan diri dari Jabatan Guru beralih ke Jabatan Fungsional Umum (JFU).
                    b). Bila masih sanggup/mampu untuk menyelesaikan Studynya hingga, 31 Desember 2015, maka harus membuat surat Pernyataan kesanggupan.

            2).   Guru Non PNS / GBPNS
                    Bagi guru honorer atau dengan sebutan Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS), hingga 31 Desember 2015, tidak memiliki Ijazah S1/DIV, maka :
a)   Akan kehilangan Tunjangan Fungsional (Tufung) yang diberikan oleh Pemerintah Pusat atau Daerah.
b)   Kehilangan Tunjangan Profesi dan Tunjangan Kemaslahatan lainya.

            3).   Pengecualian : Bagi Guru PNS/GBPNS, belum memiliki Ijazah S1 telah berusia 50 tahun, pada 30 Nopember 2013 dan telah memiliki pengalaman mengajar selama 20 tahun atau memiliki Golongan IV/A, atau memiliki angka kredit kumulatif setara dengan Golongan IV/A, maka yang bersangkutan, tetap mendapatkan, Tunjangan Fungsional dan Tunjangan Sertifikasi dan Tunjangan Kemaslahatan lainya.

b.   Guru Baru / Calon Guru yang akan mengajar;
      Bagi Guru yang baru akan mengajar pada Satuan Pendidikan, harus memiliki Sertifikat Pendidik.

c.   Kualifikasi Akademik harus Linier dengan Sertifikat yang dimiliki.
              Guru disamping wajib memiliki Ijazah S1/DIV dan memiliki Sertifikat Pendidik, kualifikasi akademik yang dimiliki Guru harus linier dengan Sertifikat Pendidik.
      Contoh :
     
No
Jenjang / Satuan Pendidikan dan Mata Pelajaran
Kualifikasi Akademik S1/DIV yang Relefan
1.
Guru Kelas TK/RA
S1 PAUD, TK, Psikologi
2.
Guru Kelas SD/MI
PGSD, PGMI, Jurusan Bhs.Indonesia, IPS, PKn, IPA Matematika, Ekonomi.
3.
Guru Bidang Study PAI
S1 PAI, Fiqih, SKI, Bhs. Arab, Aqidah Akhlaq dan Qur’an Hadits.
4.
Guru Bid.Study PJOK
S1 PJOK
5.
Guru Bidang Study SBK
S1 SBK/sejenisnya yang relevan.

            Apabila anda dalam kondisi tidak linier (mis mach), maka tinggal berpegang teguh pada salah satunya yaitu; berpatokan pada Ijazah S1-nya atau pada Sertifikat Pendidiknya.
            Tentunya masing-masing ada resiko dan keuntungannya. Apabila berpatokan pada Ijazah S1-nya, berarti Sertifikat Pendidiknya dikesampingkan, dengan resiko, di kemudian hari tidak dapat lagi menerima tunjangan sertifikasi atau Tahun 2015 ini harus mendaftar UKG Sergur lagi.
            Apabila ingin terus mendapatkan tunjangan sertifikasi, maka guru tersebut harus melanjutkan kuliahnya Program S1/DIV, yang linier dengan Sertifikat Pendidiknya.

2.      Rasio Guru dengan Murid.
Pada Pasal 17 PP RI/2008, Tentang Guru, disebutkan bahwa Guru yang menerima Tunjangan Sertifikasi harus memenuhi batas miimal rasio dengan skema sbb :

      No
Satuan Pendidikan / Jenjang Pendidikan
Rasio Guru:Murid
1
Guru RA, MI, MTs dan MA
15 Murid  : 1 Guru
2.
Guru TK, SD, SMP, dan SMU
20 Murid : 1 Guru
3.
SMK
15 Murid : 1 Guru
4.
MAK
12 Murid : 1 Guru

      Disamping harus memenuhi beberapa persyaratan di atas, seorang guru juga harus memenuhi beban kerja minimal 24 JTM dan maksimal 40 TJM, sebagai persyaratan mendapatkan tunjangan sertifikasi guru. Tidak hanya memenuhi 24 JTM, namun harus mengajar yang relefan.

      Pada Tahun Pelajaran : 2016/2017, apabila pada satuan Pendidikan perhitungan antara rasio murid dan guru baik pada Sekolah di bawah Instansi Kemendikbud atau Kemenag, tidak memenuhi standar sebagaimana ketentuan di atas, maka guru yang mengajar pada satuan pendidikan yang kurang, maka tidak berhak mendapatkan tunjangan Sertifikasi dan kemaslahatan lainya.

Untuk menghadapi diberlakukannya regulasi tersebut di atas, maka Guru dan para Pengelola Pendidikan harus berupaya untuk meningkatkan masing-masing kompetensinya, baik secara kualitas dan kuantitas.

Selamat berjuang, semoga para Guru senantiasa diberi kekuatan lahir dan batin dan kedepan bagi guru-guru di Indonesia yang belum memiliki kualifikasi akademik S1/DIV, semoga Pemerintah Republik Indonesia (RI), tidak menutup sebelah mata.


Bogor, 14 Mei 2015 M
            25 Rajab 1436 H

Yasin Nuntoro
Guru Fiqih dan Wakil Kepala Madrasah
Pada MI Wilayah DKI Jakarta.


Rabu, 06 Mei 2015

GBPNS dan SK Inpassing Berkah bagi Guru Honorer

Kebijakan Pendidikan Madrasah
Oleh : Prof.Dr.Phil. H.M. Nur Kholis Setiawan, MA.
Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag RI
Jum'at, 17 April 2015 M/27 Jumadil Akhir 1436 H

Pada acara Diklat Tenis Substantif Peningkatan Kompetensi Metodologi Pembelajaran Guru MI perwakilan se Indonesia di Pusdiklat Kemenag RI, Ciputat Jakarta Selatan.

Poin-poin pokok yang disampaikan beliau diantara :
1. Status GBPNS dan SK Inpassing.
    Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS) terutama yang telah memiliki SK Inpassing dan telah
    tersertifikasi, mulai Tahun 2015, Tunjangan Sertifikasinya akan dibayarkan sesuai Golonganya.

    GBPNS, juga akan mendapatkan gaji sebagamana gaji PNS, sesuai golonganya, namun, GBPNS,
    tidak ada tunjangan Pensiun,  namun hak-hak lain sama seperti PNS.

2. Guru Honorer yang sudah Lulus Sertifikasi.
    Agar mulai siap-siap (ancang-ancang) Dirjend.Pendidikan Madrasah akan mengeluarkan Regulasi
    baru perihal, Guru honorer yang sudah seertifikasi, jam mengajarnya kurang, maka siap-siap akan,
    dilempar/dikirim/didistribusikan ke Madrasah yang kekurangan tenaga Pengajar.

3. Permasalahan Guru Madrasah di Indonesia saat ini;
    Menurut beliau guru Madrasah saat ini ada 3 (tiga) golongan:
    1). Guru yang sudah memiliki NUPTK dan NRG.
          Diantaranya PNS atau Guru yang Bersertifikat Pendidik.
    2). Guru yang baru memiliki NUPTK saja.
          Guru Honorer, mereka belum tersertifikasi.
    3). Guru yang belum memiliki NUPTK.
          Guru Honorer baru.

Disamping permasalahan di atas, beliau menyampaikan bahwa, Guru Madrasah di Indonesia ternyata bila dibandingkan dengan jumlah murid rata-rata 1 guru memegang 8-9 murid (data statistik Kemenag RI:2014). Keadaan seperti ini menurut beliau, melebihi Negara Jepang. Namun, pada daerah-daerah tertentu, banyak lembaga yang kekurangan Guru. Hal inilah yang mendasari akan mendistribusikan para guru honorer/GBPNS yang telah tersertifikasi.

4. Bagi Guru PNS yang mengajar di Madrasah suasta baik RA, MI, MTs dan MA suasta, maka
    satminkal guru ybs, adalah pada Madrasah Negeri terdekat.
    Artinya, bila Guru PNS tersebut diangkat oleh Yayasan sebagai Kepala RA, MI, MTs atau MA,
    maka, Guru PNS yang menjadi Kepala tersebut, tetap berkewajiban mengajar 24 JTM. Peraturan
    ini berlaku mulai 2015, tentunya Tahun Pelajaran : 2015/2016. Bila Kepala tersebut mengjarnya
    kurang dari 24 JTM, dipastikan Tunjangan Sertifikasinya tidak akan dicairkan.

Dengan kebijakan baru tersebut, mari kita bersiap-siap diri.

Bogor, 6 Mei 2015 M
           17 Rajab 1436 H
Yasin Nuntoro.


Sabtu, 14 Juni 2014

Contoh RPP 2013 Yasin Nuntoro, Guru MI-MJ Jakarta



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP Tematik Kelas IV )

Satuan Pendidikan      : MI Miftahul Jannah
Identitas Mapel           : Bahasa Indonesia, Matematika, SBdP
Kelas/Semeter             : IV/I
Tema/ Sub Tema         : Indahnya Kebersamaan/ Keluargaku.
Pembelajaran               : Ke 1 (satu)

A.  Kompetensi Inti
KI 1
:
Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2
:
Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
KI 3
:
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan bertanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4
:
Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

B.     Kompetensi Dasar  :

Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar :
3.4.      Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru.
            Indikator :
3.4.1.   Menyebutkan anggota keluarga.
3.4.2.   Menceritakan tentang anggota keluarga.

4.4.      Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku
4.4.1.   Menceritakan tentang anggota keluarga.

Matematika
Kompetensi Dasar  :
3.1.        Mengenal konsep pecahan senilai dan melakukan operasi hitung pecahan menggunakan benda kongkrit/gambar.
              Indikator :
3.3.1.  Menyebutkan banyak anggota keluarga

SBDP
Kompetensi Dasar  :
4.7.        Menyanyikan solmisasi lagu wajib dan lagu daerah yang harus dikenal
4.13.      Membuat karya kreatif dengan menggunakan bahan alam di ingkungan sekitar melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel indikator : Menyanyikan lagu anak-anak dan berlatih memahami isi lagu.
              Indikator :
      4.13.1.         Menyanyikan lagu anak dan berlatih memahami isi lagu.
      4.13..2.        Membuat hiasan bingkai foto keluarga dengan teknik menempel.

D. Tujuan Pembelajaran:
  1. Setelah mendengar contoh yang disampaikan guru, siswa dapat menyanyikan lagu tentang keluarga dengan baik.
  2. Setelah bernyanyi siswa dapat menyebutkan minimal tiga contoh kegiatan keluarga dengan kalimat sendiri.
  3. Setelah mendengar cerita guru tentang anggota keluarga siswa dapat menyebutkan banyak anggota keluarga dengan benar.
E. Materi Ajar:
  1. Anggota Keluargaku
F. Alokasi Waktu
6 jam pelajaran X 35

G. Pendekatan dan metode
1.    Pendekatan      : Scientific
2.    Metode            : Bernyanyi, bercerita, diskusi, Tanya jawab, demonstrasi.

H. Media Pembelajaran
  1. Kertas berwarna A4
  2. Gunting
  3. Kertas Karton, Lem
  4. Penggaris
  5. Pensil warna,
  6. Buku cerita.
  7. Kumpulan Lagu Anak-anak Cipt. AT. Mahmud
I. Kegiatan Pembelajaran
KEGIATAN
DEKSKRIPSI KEGIATAN
ALOKASI
WAKTU
Pendahuluan
·    Peserta didik memulai kegiatan dengan berdoa yang dibimbing oleh guru.
·    Bertanya untuk menyiapkan kondisi peserta didik dalam menerima pelajaran
·    Menyampaikan tujuan pembelajaran
·    Menjelaskan kegiatan proses pembelajaran
6 X 35
Kegiatan Inti
1. Siswa memperhatikan lagu “Ruri Abangku”  dan berlatih bernyanyi bersama-sama (teks lagu terlampir di buku siswa) lagu diulang sampai sebagian anak mengerti.
2. Murid menjawab beberapa pertanyaan guru dari isi lagu  pesan-pesan.
3. Minta siswa untuk membentuk kelompok.
4. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk bernyanyi secara bergiliran lagu yang telah diperkenalkan dengan diiringi tepuk birama.
5. Siswa dan guru membahas teks sederhana yang terdapat
    pada buku siswa.
6. Siswa diminta menceritakan kebiasaan yang dilakukan
    anggota keluarga mereka di rumah.
7. Siswa mendengarkan cerita tentang sebuah keluarga yang
    saling membantu dan saling menyayangi.
8. Siswa diminta mendiskusikan sikap-sikap yang harus  
    dikembangkan bersama keluarga
di rumah, yaitu berterima kasih melalui
kegiatan bermain peran yang ada di buku
siswa.
9. Siswa memperhatikan penjelasan guru bahwa setiap
    anggota keluarga memilik kebiasaan dan rutinitas yang
    berbeda-beda, misalkan ayah pergi bekerja/
membaca buku, ibu menjahit baju/mendampingi Udin yang sedang menggambar, dan kakak berangkat ke sekolah/kakak sedang belajar.
10. Guru menyiapkan satu karton besar bertuliskan anggota keluarga dan kegiatannya.
11. Guru menunjukkan gambar-gambar berbagai pekerjaan
     atau kegiatan anggota keluarga.
12. Guru menunjukkan gambar keluarga pada seluruh siswa
     dan bertanya, “Apakah anggota keluarga kalian di rumah
      melakukan hal yang sama?”
13. Siswa diminta tunjuk tangan jika ingin menjawab dan
      boleh menjawab jika sudah dipersilakan oleh guru.
14. Tunjuk satu orang siswa, minta siswa memasangkan
      kartu anggota keluarga dan kegiatannya, kemudian
      menempelkan kartu di karton yang sudah disediakan.
15. Lakukan sampai seluruh siswa memperoleh kesempatan
      untuk menjawab dan kartu habis.

Kegiatan Penutup
·      Guru meminta pendapat siswa tentang apa yang telah dipelajari.
·      Peserta didik menuliskan kegiatan apa yang dipelajari pada dari hari itu.
·      Guru menyimpulkan materi yang telah diajarkan dan yang telah dipelajari
·      Peserta didik diberikan tugas yang ada dalam buku siswa untuk dikerjakan di rumah.

J. PENILAIAN
1.      Penilaian: Unjuk Kerja
Rubrik kegiatan siswa

No
Kreteria
Baik Sekali
4
Baik
3
Cukup
2
Perlu Pelatihan
1
1.
Mampu menyebutkan anggota keluarga
Menyebutkan angota-anggota keluarga beserta nama-namanya
Menyebutkan anggota-anggota keluarga
Menyebutkan sebagian anggota keluarga
Belum mampu menyebutkan anggota-anggota keluarga
  2.
Mampu menyanyikan lagu “ Ruri Abangku “
Menyanyikan lagu “ Ruri Abangku “ dengan Irama yang benar.
Menyanyikan lagu Ruri Abangku dengan baik.
Menyanyikan lagu Ruri Abangku.
Belum dapat menyanyikan lagu Ruri Abangku.
3.
Mampu membuat hiasan foto dengan bingkai.
Siswa mampu membuat hiasan foto dengan bingkai
Siswa memembuat hiasan foto
Siswa menempel foto pada kertas karton.
Siswa belum mampu membuat hiasan foto dengan bingkai.
4.
Kepercayaan diri
Sudah Terlihat
Terlihat ragu-ragu
Memerlukan bantuan guru
Belum menunjukkan kepercayaan diri

  1. Penilaian Unjuk Kerja
Rubrik menggambar dan bercerita sesuai dengan gambar.

No
Kriteria
Baik Sekali
4
Baik
3
Cukup
2
Perlu Bimbingan
1
1.
Obyek dan pewarnaan gambar.
Obyek terganbar jelas, mengguna-kan 3 warna atau lebih.
Obyek tergambar jelas, menggunakan 2 warna atau lebih.
Obyek belum tergambar dengan jelas,
Belum mampu menggambar.
2.
Kemampuan mencerita berdasarkan gambar
Siswa menderita-kan obyek gambar dengan lancar, disertai dengan tambahan cerita yang bersifat imaginatif
Siswa menceritakan obyek gambar, dengan lancar tetapi tanpa tambahan cerita yang bersifat imaginatif.
Siswa menceritakan obyek gambar dengan terbata-bata.
Siswa belum mampu menceritakan gambar.
3.
Kepercayaan diri.
Tidak terlihat ragu-ragu
Terlihat ragu-ragu
Memerlukan bangtuan Guru
Belum menunjukan kepercayaan diri.

Catatan : Centang (v) pada bagian yang memnuhi kriteria.
Penilaian : Total nilai x 10
                            12
K. Sumber dan Media Pembelajaran:
  1. Buku Siswa kelas 4 tema Indahnya Kebersamaan
  2. Buku Guru kelas 4 tema Indahnya Kebersamaan.
  3. Kertas Karton.
  4. Kertas Warna, Pensil warna.
  5. Photo Keluarga.
  6. Lagu Ruri Abangku Cipt/Gubahan : Yasin Nuntoro, S.PdI
  7. Lembar Kerja.
Jakarta, 7 Juni 2014
Guru Kelas :

Yasin Nuntoro 

Lampiran 1

Anggota Keluarga- Ku
Lampiran-2 :
1. Daftar Foto Keluarga.
2. Kegiatan Keluarga
3. Daftar Kerja Kelompok Murid/Siswa.
4. Kartu Keluarga

Lampiran 5 Lagu Ruri Abangku
Gubahan : Oleh Yasin Nuntoro
Guru MI Miftahul Jannah Cijantung Jakarta
Dengan lagu/nada : Jagalah Hati (Aa Gim)

Ruri Ahmad Abangku

Keluargaku ada 6,
Tinggalnya di Jakarta,
Ke 2 orang tua,
dan 4 bersaudara,

Abangku, sangat sayang,
Penolong dan periang,
Orang tuapun senang
Hati riang gembira,

Jagalah hati, jangan kau nodai,
Jagalah hati lentera hidup ini,

Suatu hari, ku terjatuh,
Lantas ku dipeluknya,
Membersihkan lukaku,
Lalu diobatinya,

Hatiku jadi tenang,
Lukapun tak terasa,
Sembuh seketika,
Terima kasih padanya,

Jagalah hati, jangan kau nodai,
Jagalah hati lentera hidup ini, 2x.