INFO KULIAH Dan SKRIPSI

MELAYANI JASA PEMBUATAN TESIS, SKRIPSI, LAPORAN PKL, DAN AGEN PENDAFTARAN KULIAH MUDAH, MURAH

SELAMAT DATANG DI BLOG YASIN NUNTORO

Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya jangan kapok sering-sering mampir kagi.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 14 Juni 2014

Konsep Kurikulum 2013 & Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu (PTP)

Konsep Kurikulum 2013 & Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu (PTP)
Konsep Integrated Thematic Instruction (ITI)

A. Muatan Kurikulum 2013.
     Struktur Kurikulum SD/MI,sebagaimana dituangkan dalam PP No.32/2013, sebagai berikut:   
 I.     Kelompok A:
        Kelas :.............................................     I    -    II    -     III    -   IV  -   V  -    VI
        1. Pend.Agama & Budi Pekerti  :    4          4         4          4        4         4
        2. PPKn                                          :    5          5         6          5        5         5
        3. Bahasa Indonesia                    :    8          9       10          7        7         7
        4. Matematika                                 :    5          6         6          6        6         6
        5. Ilmu Pengetahuan Alam          :    -          -          -          3        3         3
        6. Ilmu Pengetahuan Sosial        :    -          -          -          3        3         3
II. Kelompok B/ Muatan Lokal
        1. SBK                                            :    4         4          4         5         5        5
        2. PJOK                                          :    4         4          4         5         5        5
Jumlah Alokasi Minimal /Minggu      =  30       32       34        36       36      36
NB : 1). Pelajaran SBK,dapat memuat Bahasa Daerah.
        2). Disamping Pelajaran-2 di atas ada Pelajaran Ekstra Kurikuler.
        3). Pramuka Wajib ada  / wajib diikuti oleh semua murid/siswa.
B. Konsep PTP dan ITI
     Konsep pembelajaran Integrated Thematic Instruction (ITI), diyakini sebagai model pembelajaran yang
     cukup influentif dan efektif ( Highly Effective and Influntive Theaching Model  ).
     1. Ciri-ciri Pembelajaran Tematik:
          1.1. Berpusat pada anak.
          1.2. Memberikan Pengalaman langsung.
          1.3. Pemisahan Pembelajaran tidak nampak.  
          1.4. Menyajikan konsep dari beberapa mata pelajaran dalam PBM (menyatu/brandit)
          1.5. Hasil belajar dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.
          1.6. Bersifat luwes.
          1.7. Tidak terpenggal-penggal.
          1.8. Menginspirasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar.

      2. Pendekatan yang dipakai : Saintific Approach
          Membuat anak mau belajar.
          5 (lima) model Pendekatan PTP/ITI: melaui OQAEN sbb:
          1.1. Observing      = mengamati.
          1.2. Questining      = menanya
          1.3. Assosoating   = menalar
          1.4. Experimenting= mencoba
          1.5. Net working  = mempublikasikan / mengkomunikasikan.
          ke lima model pendekatan ini diterapkan dalam proses pembelajaran yang menyatu melalui :
          1). Eksploring. 2). Elaborating. 3). Konfirmating. 4). reflekting.

Sumber :
1. Workshop/Diklat Kururikulum 2013, KKM Kecamatan Pasar Rebo, di MIT Salsabila Kalisari
    Jakarta Timur, 9 s.d. 11 Januari 2014, Pemateri : Nina Ratna Suminar, M.Si, dari LPMP DKI Jakarta.
2. Diklat Teknis Subtantif Peningkatan Kompetensi Penerapan Kurikulum 2013, Bagi Guru Madrasah
    Ibtidaiyah (MI), Balai Diklat dan Pelatihan Kemenag DKI Jakarta, 2 s.d. 8 Juni 2014, di Aula
    Kankemenag Kota Jakarta timur. Pemateri / Widya Iswara : Dr. Juwanda Kasim dan  Muhammad 
    Juwanda, M.Ed.

Bogor, 15 Juni 2014 M
           16 Sya'ban 1435 H
Yasin Nuntoro, S.PdI., A.Ma.
Guru Fiqih & Wakamad pada MI

Minggu, 11 Mei 2014

3 (tiga) Jenis Guru SD/MI

Antara Sertifikat Guru dan Tugas Mengajar


Dalam UU No.14/2015, Tentang Guru dan Dosen bahwa seorang guru harus memiliki persyaratan Akademik sekurang-kurangnya D4 atau S1. Kebijakan Pemerintah baik Kemendikbud maupun Kemenag mentargetkan Sertifikasi Guru dalam Jabatan akan diselesaikan pada Tahun 2015. Pada sisi lain para guru yang telah memiliki persyaratan akademik, kebanyakan mereka terjadi mismach.

Ketidak sesuaian latar belakang pendidikan S1 dengan bidang Study yang diampunya, seperti yang terjadi pada jenjang pendidikan SD, MI, SMP, MTs, SMU/SMK atau MA, hingga hari ini belum terselesaikan permasalahannya.

Adapun program kuliah gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah, seperti dilingkungan Madrasah, S1 Dual Mode Sistem, bagi guru MI berijazah PAI tetapi sebagai guru Kelas. Program Pemerintah ini baru berjalan angkatan I Tahun 2013, itupun sangatlah terbatas, diutamakan bagi yang PNS.

Dalam Permenag NO.90 Tahun 2013, Pendidikan Sekolah Dasar, seperti SD atau MI hanya memiliki 3 (tiga) jenis Guru yaitu :
1. Guru Kelas.
2. Guru PAI.
3. Guru PJOK.

Namun Kemendikbud mengeluarkan kebijakan, bahwa guru Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) pada SD/MI, SMP/MTs, SMU/MA, harus dari S1/DIV Jurusan SBK atau yang relefan. Artinya Guru Kelas pada SD/MI, tidak boleh mengajar bidang Study SBK.

Adapun Guru PAI pada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) bisa dipecah lagi menjadi Guru Al Qur'an Hadits, Guru Aqidah Akhlaq, Guru Fiqih, Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan Guru Bahasa Arab.

Apabila anda berijazah S1 PAI (hususnya di MI), kemudian telah disertifikasi bidang Study Pendidikan Agama Islam (PAI), hal ini akan menguntungkan bagi guru tersebut, sebab guru bersertifikat pendidik PAI bisa mengajar bidang study PAI yang meliputi 5 (lima) bidang study agama. Namun bila anda tersertifikasi husus bidang Study Fiqih atau SKI, maka dia harus mengajar Bidang Study Fiqih dan SKI sejumlah 24 JTM, tidak boleh kurang, begitu juga bersertifikat PJOK.
Untuk memenuhi kekurangan Jam Tatap Muka (JTM) pada sekolah/madrasah pangkalan, maka:
1. Ybs. harus mencari jam yang sama pada sekolah/madrasah lain.
2. Bidang Study lain yang bisa menambah JTM apapun sertifikasinya adalah sebagai Pembina
    Ekskul, namun 1 (satu) guru, hanya memegang 1 (satu) bidang Ekskul. Untuk Ekskul Pramuka,
    semua guru bisa menjadi pembina Pramuka.

Guru dalam jabatan yang telah tersertifikasi dan mendapat sertifikat pendidik dan apabila mengajarnya tidak sesuai dengan yang tertulis pada Sertifikat Pendidik, maka harus segera kembali ke " Fitrahnya ", selambat-lambatnya pada tahun pelajaran 2014/2015 telah kembali ke habitatnya masing-masing. Artinya pada Tahun Pelajaran : 2015/2016, guru telah kembali pada bidangnya masing-masing. Apabila dikemudian hari ditemukan mengajar tidak sesuai dengan sertifikat pendidiknya, maka bersiap-siaplah suatu saat untuk mengembalikan tunjangan sertifikasi yang pernah diterimanya.

Apabila hal ini tidak segera dilakukan, sudah dipastikan dikemudian hari akan mendapatkan kesulitan, khususnya berkenaan dengan Tunjangan Sertifikasi.

Jadi yang benar, apapun keadaannya :
1. Sertifikat Guru Kelas, harus kembali mengajar sebagai Guru Kelas.
2. Sertifikat Guru PAI, harus kembali mengajar sebagai Guru PAI.
3. Sertifikat Guru PJOK, harus kembali mengajar sebagai Guru PJOK.
4. Sertifikat Guru Fiqih, harus mengajar husus bidang Study Fiqih, (BTQ, Tahfid dan bidang study
    lainya tidak dihitung JTM-nya), termasuk Sertifikat Guru SKI.

Perhitungan Jam Tatap Muka pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) :
1. Kepala Madrasah, ekuivalen 18 JTM.
2. Wakil Kepala pada MI tidak diperhitungkan, jadi bila anda sebagai Wakil Kepala maka tetap
    berkewajiban mengajar sebanyak 24 JTM.
3. Sebagai Wali Kelas, Bendahara tidak bisa diperhitungkan.

Selamat bertugas.

Refferensi : Peraturan Menteri Agama RI No.90 Tahun 2013.

Bogor, 11 Mei 2014 M
           11 Rajab 1435 H

Minggu, 20 April 2014

Kemacetan Stasiun Cilebut Parah

Manajemen Transportasi PT KAI-Commuter Line
dan Stres Sosial Masyarakat Cilebut Bogor

Kemacetan yang terjadi di Stasiun Cilebut Bogor semakin hari semakin parah, hal ini membuat stres para pengguna jalan, baik Pejalan kaki, Sepeda Motor, angkot, pengojeg dan kendaraan pribadi. Kemacetan yang sangat parah ketika ada Kereta masuk di Stasiun Cilebut baik dari arah Bogor maupun Jakarta, hal ini disebabkan pintu keluar masuk menjadi satu.

1. Bila dari arah Jalan Baru, kemacetan mulai dari Komplek Perumahan PMI.
2. Dari arah Bojong Gede, kemacetan mulai dari depan Komplek Perumahan Cipto/RSCM
3. Dari Arah Jambu Dipa Bumi Pertiwi, macet sampai turunan jalan Komplek Perumahan Bumi Pertiwi.
4. Dari arah Kantor Desa/lapangan/Perumahan Pesona Cilebut 1, macet mulai dari Komplek Ruko/Alfamidi

Penyebab kemacetan diantaranya:
1. Jumlah warga Cilebut dan sekitarnya semakin meningkat.
2. Telah dibukanya jalan akses Bumi Pertiwi menuju Keradenan, Jalan Raya Bogor Jakarta dan TOL
3. Proyek pembangunan jalan layang di jalan Baru dari keluar pintu TOL Ring Road Kedung Halang, hingga
    melintas Kedung Badak.
4. Jalan Raya Cilebut Bojong Gede - Cilebut Pasar Anyar, yang cukup sempit dan rawan longsor.
5. Kebijakan Manajemen PT. KAI-Commuter Line, membuat pintu Gate masuk dan keluar menjadi 1(satu)
    tempat.
6. Pintu keluar masuk pengguna jasa Kereta tepat di depan pertigaan Cilebut.
7. Semrawudnya angkot Cilebut Pasar Anyar dan Cilebut Bojong Gede yang ngetem di depan pintu.

Penyebab utama terjadinya kemacetan di depan Stasiun Cilebut sebab kebijakan PT.KAI-Cummuter Line yang membuat pintu gate masuk dan keluar menjadi satu tempat dan pintu masuk dan keluar yang lama ditutup di alih fungsikan menjadi Mushalla.

Bila pintu masuk lama tetap difungsikan sebagian, untuk akses masuk saja para calon pengguna jasa Kereta, saya yakin kemacetan  akan berkurang.

Tentunya ini menjadi tugas Pemerintah Desa Cilebut Barat atau Camat Sukaraja atau Bupati Bogor, kiranya dapat mencarikan solusi bersama dengan pihak Manajeman PT.KAI-Cummuter Line.

Bogor, 20 April 2014 M
           19 Jumadil Awwal 1435 H
Yasin Nuntoro

Rabu, 22 Januari 2014

Muatan Kurikulum 2013

Muatan Kurikulum Tahun 2013
SD/MI/SLB

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menetapkan kebijakan baru, tentang pentingnya perubahan kurikulum pendidikan, hususnya pendidikan dasar dan menengah. Sedangkan arah perubahan kurikulum abad 21, harus mengedepankan pembentukan sikap (akhlaq) karakter-karakter positif.
Kecakapan siswa (murid) pada abad 21, diharapkan pada informasi, pemecahan masalah, inovatif, komunikatif, kerjasama, mandiri, toleransi, penguasaan media dan berwawasan global, tanggung jawab sosial dan berpikir kritis ".
4 (empat) elemen Kurikulum 2013 mencakup : 1). Standar isi. 2). Standar Kompetensi Kelulusan. 3). Standar Proses. 4). Standar Penilaian.
Arah Kurikulum 2013, yang  pertama diharapkan pada proses pembentukan sikap, baru kemudian Pengetahuan dan Ketrampilan.

Struktur Kurikulum 2013, sesuai PP No.32/2013 : 3/12, untuk tingkat SD/MI/SLB sbb :
1. Pendidikan Agama
2. PPKn
3. Bahasa Indonesia.
4. Matematika
5. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
6. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
7. Seni dan Budaya
8. Pendidikan Jasmani dan Olah Raga Kesehatan (PJOK)
9. Ketrampilan / Kejuruan
10. Muatan Lokal

Pada Kurikulum 2013 ini, beban mata Pelajaran yang ditambah jam belajarnya adalah :
1. Pendidikan Agama, semula 2 JTM menjadi 4 JTM/minggu.
2. Semula PKn kembali berubah PPKn (1980 an), murid/siswa kembali dibentuk dengan nilai-nilai
    Pancasila yang telah lama luntur, semulai PKn = 2 JTM, menjadi PPKn = 6 JTM/minggu.

Ganti Pemimpin ganti kebijakan, itulah yang terjadi di Indonesia ini. Bila ada yang disalahkan, sebenarnya siapa yang lebih pantas disalahkan ( " untuk anak kok coba-coba,.....?!! " ). Pada masa orde baru, arah dan tujuan pembangunan dari pusat ke daerah sama untuk masa yang telah ditetapkan.

Kurikulum 2013, akan serempak dilaksanakan di seluruh Indonesia pada Tahun Pelajaran : 2014/2015. Para orang tua/wali murid jangan khawatir, dengan prestasi putra-putrinya, sebab nilai Raport yang akan datang tidak nampak nilai angka seperti sekarang ini.
Nilai atau prestasi putra-putri kita akan dituliskan dengan predikat seperti A, A-, B+, B, B-, C+, C, C-, D+, D, yang kemudian diuraikan dengan kata-kata saja.
Contoh konversi nilai :
=====================================
Interval            !     Hasil Konversi        !       Predikat
-------------------------------------------------------
96 -   100        >          4.00                  >         A
91 -     95                     3.66                             A-
86 -     90                     3.33                             B+
81 -     85                     3.00                             B
75 -     80                     2.66                             B-
70 -     74                     2.33                            C+
65 -     69                     2.00                             C
60 -     64                     1.66                             C-
55 -     59                     1.33                              D+
<    54                           1.00                             D
--------------------------------------------------
Insya Alloh, keadaan apapun kemampuan putra-putri kita, murid tingkat dasar seperti SD/MI/SLB, akan menaikan siswa-siswi/murid-muridnya alias (tidak ada murid yang tinggal kelas).

Bogor, 22 Januari 2014 M
           20 Rabi'ul Awwal 1435 H



Selasa, 10 Desember 2013

Dokumentasi Yasin Nuntoro


Dokumentasi